Kadang saya pernah berpikir,Untuk apa saya di ciptakan Oleh ALLAH? bukan kah ALLAH tidak membutuh kan kita? meski semua mahkluk ini menyembah kepada Nya atau pun sebalik nya, Allah tidak akan berpengaruh pada NYA ,jika kita (semua makluk-Nya) bersama-sama berbuat baik dan beribadah terus-menerus kepada-Nya, sesungguhnya tidak akan menambah sedikitpun kekuasaan Allah SWT Terkait dengan semua hal tersebut, maka terlintas pertanyaan, sebenarnya apa maksud/tujuan Allah menciptakan kita semua???sedangkan kita dan semua perbuatan kita tidak berpengaruh bagi kebesaran dan kkekuasaan Allah itu sendiri….bukankah tanpa kitapun Allah tetap akan maha Kuasa dan maha Besar??? Lalu kenapa Allah menciptakan kita???kenapa?? dan saya juga merenungkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini juga tidak luput dari Takdir ALLAH.... kita melakukan sesuatu ini karena ALLAH telah menentukan Nya dalam skenario NYA Dan kita hanya menjalan kan Yang telah di tentukan Oleh ALLAH...
Saat Allah menciptakan manusia, para malaikat sudah bertanya dan dijawab Allah bahwa Allah lebih tahu...
Jadi keputusan dari hasil Renungan saya kali ini adalah ALLAH menciptakan Kita karena ALLAH memiliki Tujuan Tersendiri.... Dan kemampuan kita untuk memikir kan nya sangat terbatas.....
“ Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali beribadah (mengesakan ibadahnya) kepada-Ku, Aku tidak mengendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak mengendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku, Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan Lagi Maha Sangat Kuat” (Adz Dzariat:56-58) Pantas kah kita sebagai manusia mengaku menjadi seorang Kekasih Allah? kekasih Tuhan? ingat lah wahai sahabat... seperti ayat alquraan di atas kita hanya lah mahkluk dan hanya Budak nya... jika kita mengaku sebagai kekasih maka makna nya kita sederajat dengan Allah sang pencipta... Kita manusia dan jin pada khusus nya hanya untuk mengabdi kepada ALLAH... sebesar apakah rasa cinta mu pada Allah? dan pantas kah kita mengatakan Allah kekasih kita? Subhanallah.... sesungguh nya Allah tidak membutuh kan kita sebagai mahkluk... andai kata semua mahkluk di alam semesta ini beribadah kepada Allah tidak akan Berpengaruh pada Nya, Begitu juga sebalik nya....
Nah kenapa kita sangat lancang sekali mengaku sebagai kekasih Allah?? seorang kekasih akan mendambakan yang di kasihi nya... oke jika kita demikian... namun demikian kah hal nya dengan ALLAH??? Saya pribadi lebih suka menjadi Budak nya ALLAH... saya akan berusaha sebaik mungkin mengerjakan semua perintah Nya dan menghentikan apa yang di larang Nya... bukan sebagai seorang kekasih yang mana kekasih lain nya juga akan membutuh kan saya.... kita hanya Budak NYA... HAMBA NYA!!!!!!
Dengan menerima sebutan "Budak Allah" saya seperti ditampar oleh Allah, yang menyebabkan saya tersadar dan selalu ingat akan fungsi saya, karena saya memang "budak Allah". Kalau saya gunakan kata "eufisme", itu akan membuat saya lupa dan lupa diri bahkan terpesona dengan kata-katanya dan melupakan tugas yang ada di dalamnya.
Saya tidak sanggup menyebut saya adalah kekasih Allah, karena saya memang tidak sejajar dengan Allah


